Sinergitas Ulama-Umaroh Demi Menjaga Akidah Umat di Pulau Wawonii
Langara, konkepkap.go.id. - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dibentuk sebagai pelopor perbaikan umat dengan upaya memperkuat agama serta melibatkan para ulama dalam membangun nasional.
Majelis Ulama Indonesia didirikan pada awal orde baru ditengah ketidakstabilan politik di tahun 1975. Krisis kepercayaan terhadap Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA) serta pemerintah menjadi latar belakang terbentuknya wadah para Ulama Indonesia tersebut.
Sampai saat ini amanah tersebut terus diemban untuk menjaga akidah umat agar tidak melenceng sesuai perintah sang pencipta. Sebagaimana dikatakan oleh Katua MUI (Sultra), Drs KH Mursyidin usai melantik pengurus MUI Konkep masa khidmat 2024 -2029 bahwa akidah adalah pondasi yang sangat penting bagi suatu umat.
"Kalau akidah tidak sesuai dengan perintah Allah, maka ibadah tidak akan diterima oleh Allah SWT," pesannya.
Lebih lanjut, KH Mursidin juga mengingatkan bahwa dalam menjaga Akidah umat perlu kerjasama yang baik terutama antara Ulama dan Pemerintah, termasuk untuk mendukung pembangunan daerah dan menjaga keharmonisan bersama .
"MUI Sebagai mitra pemerintah, Alhamdulillah untuk di Kabupaten Konawe Kepulauan berdasarkan informasi yang Kami terima, kerjasama antara Ulama dan Pemerintah terjalin dengan baik. Kalau terus bersinergi, berkolaborasi antara Pemerintah dan Ulama, maka damailah keadaan suatu negara atau daerah," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT yang juga mengajak untuk memperkokoh sinergitas antara Ulama dan Umaroh dalam menjaga umat dari derasnya terpaan arus moderniasi yang mengancam.
"Menjadi catatan penting kita adalah kerjasama antara Ulama dan Umarah, apa yang menjadi visi nasional, visi daerah bisa terlaksana dengan baik demi kesejahteraan bersama terkhusus di daerah Kabupaten Konawe Kepulauan, Kita jaga ukhuwa, kita jaga silaturrahmi, saya kira niat kita semua sama untuk mengabdi kepada umat," ajaknya.
Sumber : konkepkap.go.id.